1.
Kalimat
Sederhana : kalimat yang dibentuk oleh fungsi-fungsi pokok,
yakni terdiri dari subyek, predikat, obyek. Kalimat sederhana juga disebut
kalimat inti
Contoh
: Rini kelelahan
2.
Kalimat
kompleks : kalimat yang telah mengalami perluasan, baik itu
berupa penambahan fungsi keterangan ataupun dengan perluasan pada
fungsi-fungsinya. Kalimat kompleks terdiri dari satu atau dua klausa. Kalimat kompleks
sering disebut kalimat luas.
Contoh :
ketika masih kuliah badannya sangat langsing
3.
Kalimat
minor : kalimat yang mengandung satu unsur pusat. Unsur pusat
yang sering digunakan adalah predikat. Kalimat minor umumnya digunakan sebagai
jawaban atas suatu pertanyaan, sebagai perintah, ataupun seruan.
Contoh
: besok pagi ( sebagai jawaban atas pertanyaan Kapan paman akan datang ? )
4.
Kalimat
mayor : kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua
unsur pusat, yakni bisa terjadi dari subyek dan predikat ( S-P ), atau subyek,
predikat, obyek (S-P-O), atau bisa juga ditambah keterangan menjadi ( S-P-O-K )
Contoh :
budi (S) akan pergi (P) sore ini (K)
5.
Kalimat
aktif : kalimat yang predikatnya melalukukan pekerjaan. Ciri
penting yang menandai bahwa itu kalimat aktif adalah predikat kalimat tersebut
berawalan me(N)- dan ber-
Contoh
: ayah sedang menulis surat
6.
Kalimat
pasif : kalimat yang subyeknya dikenai pekerjaan. Ciri
khusus kalimat ini predikatnya berawalan di-
atau ter-
Contoh
: halaman itu disapu adik
7.
Kalimat
lansung : kalimat yang seara cermat menirukan apa yang
dibicarakan orang lain. Bagian kutipan dalam kalimat langsung ada berupa
kalimat tanya, kalimat berita, kalimat perintah.
Contoh
: “Apakah kawanmu baik ?” tanya Ibu
8.
Kalimat
tak lansung : kalimat yang melaporkan apa yang diujarkan
orang. Bagian kutipan dalam kalimat tak lansung semuanya berbentuk berita.
Contoh
: orang tua zaman dulu berkata bahwa malu bertanya sesat di jalan.
9.
Kalimat
tunggal : kalimat yang hanya terdiri atas satu pola kalimat
atau klausa. Pola kalimatnya itu dibentuk oleh subyek dan predikat. Ada pula
yang lkebih lengkap lagi yakni subyek, predikat, obyek, pelengkap, atau
keterangan.
Contoh
: adik pulan dari sekolah.
10. Kalimat majemuk
: kalimat yang terdiri atas dua pola kalimat atau dua klausa atau lebih. Kalimat
majemuk dapat dibentuk dari paduan berberapa buah kalimat tunggal. Kalimat majemuk
dapat digolongkan kedalam tiga jenis yakni :
a. Kalimat
majemuk setara
b. Kalimat
majemuk bertingkat
c. Kalimat
majemuk campuran
11. Kalimat efektif
: kalimat yang memenuhi syarat berikut :
a. Secara
tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya
b. Mengemukakan
pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan apa
yang dipikirkan pembaca atau penulis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar