Nama
: Ratna Prihastuti
NIM
: 11003078
Kelas
: B
Makul
: Feature ( Wawancara dengan
orang kecil )
Narasumber
: Rahmad Nurjayadi ( Petugas Parkir )
Rahmad
: “Landasi Pekerjaan dengan Ibadah dan Rasa Iklas”
Menjadi
seorang juru parkir, bukanlah hal yang mudah,
Mengecek
STNK, merapikan dan menjaga motor mahasiswa adalah kebiasaan seorang bapak
beranak satu itu. Hal seperti itu telah dilakukan selama duabelas tahun
terakhir, selama itu pula ia menggantungkan kebutuhan keluarganya dengan
menjadi juru parkir di UAD. Ratusan motor yang keluar masuk kampus sudah
menjadi santapan sehari-hari.
Sosok
pria ini bernama Rahmad Nurjadi, ia, istri dan anaknya yang baru berusia lima
tahun, bermukim di daerah Madukismo, Kasihan Bantul. Jarak yang tidak terlalu
jauh dari tempat mencari rezeki. Menjadi juru parkir sudah digeluti ketika
masih berusia duapuluh tahun. Rahmad nama sapaannya, merasa sangat nyaman
bekerja menjadi juru parkir di salah satu perguruan tinggi Muhamadiyah
Yogyakarta, ditambah sesama rekan kerjanya yang saling menghormati dan menjaga
silahturahmi
Bapak
yang berusia 32 tahun ini, selalu bersyukur dengan pekerjaan yang telah
diperolehnya, ia merasa lebih beruntung daripada kepala keluarga diluar sana
yang kurang jelas tentang pendapatannya. Dengan pekerjaan inilah roda
perekonomian keluarganya tetap berputar.
Bekerja
selama duabelas tahun bukanlah waktu yang lama . Asam garam pasti telah
dicicipinya sebagai pengalamannya. Mulai dari ulah berberapa mahasiswa yang
sulit diatur, dan terkadang membuatnya emosi.
“Ya
wajar, kalau saya maklum watak mahasiswa itu berbeda-beda, mahasiswa disini kan
tidak hanya dari jogja, tetapi dari daerah lain di Indonesia”. Tapi bapak
berpemampilan tenang dan kalem ini mengaku lebih banyak menemui mahasiswa yang
baik dari pada mahasiswa yang bandel, namun ia tetap menjaga hubungan baik
dengan para mahasiswa, begitu pula ia menjaga hubungan baik dengan
rekan-rekannya. Sehingga ketika bekerja ia merasa nyaman dan tenang dan tidak
canggung. Tentang berberapa mahasiswa yang bandel, ia menjadikan warna dalam
pekerjaannya yang harus ia lewati.
Selain
tenang dalam bekerja ia juga melandasinya dengan ibadah dan rasa iklas, dan itu
merupakan kunci yang membuat bertahan dari pekerjaannya. Salah satu pengalaman
menarik yang sulit dilupakan bapak yang
sedang menunggu kedatangan anak keduanya yaitu pernah diajak kerjasama oleh mahasiswa
untuk mengerjai mahasiswa yang sedang berlang tahun sampai menangis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar